4 Benefit dari Disaster Recovery Planning (DRP) yang Wajib Anda Tahu

 

Banyak bencana yang tak terduga dengan cepat dapat mengahancurkan seluruh jaringan atau database perusahaan dalam bisnis Anda, terlebih lagi jika perusahaan Anda tidak memiliki Disaster Recovery Plan (DRP) atau rencana pemulihan bencana. National Achives and Records Adminisitration melaporkan bahwa sebanyak 93% perushaan pernah mengalami data loss dan downtime, bahkan berlanjut hingga 10 hari atau lebih. Akibatnya adalah perusahaan akan mengalami kebangkrutan dalam kurun waktu satu tahun.

 

Selain itu, ada 43% perusahaan yang tidak memiliki Disaster Recovery Planning dan harus merelakan perusahaannya gulung tikar setelah mengalami major data loss.

 

DRP telah menjelaskan kepada kita tentang skenario atau rencana dalam melanjutkan kembali proses bisnis setelah mengalami keadaan darurat seperti bencana. Ini merupakan program penting yang harus dilakukan perusahaan dalam business continuity plan dan mengelola pemulihan (recovery) IT untuk mencegah kehilangan data.

 

Benefit yang didapatkan ketika perusahaan memiliki program DRP ini adalah keberlangsungan bisnis (business continuity). Memiliki pendekatan yang strategis untuk business continuity dapat membantu perusahaan dalam mengamankan asset penting lainnya.

 

Berikut adalah 4 manfaat utama dari Disaster Recovery Planning:

 

  1. Efisiensi Biaya

 

Disaster recovery planning memiliki banyak komponen penting, diantaranya:

 

  • Tindakan pencegahan untuk mengurangi risiko bencana akibat tindakan manusia.
  • Tindakan deteksi yang bertujuan untuk mengidentifikasi dengan cepat peristiwa yang tidak diinginkan.
  • Tindakan korektif untuk mengembalikan data yang hilang dan memungkinkan proses bisnis untuk dilanjutkan setelah bencana.

 

Untuk mencapai tujuan ini, Anda harus menganalisa potensi ancaman, menjaga sistem IT dalam kondisi yang optimal dan mencari solusi untuk menjamin kelangsungan bisnis dan cyber security.

 

Pembaharuan yang tepat waktu dan memiliki asset teknologi yang lebih inovatif untuk menghemat biaya bagi perusahaan dalam jangka panjang. Selain itu, perubahan besar terlihat ketika banyak perusahaan yang mulai mengadopsi cloud-based data management.

 

Hal ini menjadi bagian dari DRP yang dapat meminimalkan biaya archive maintenance dan sistem backup yang komperhensif.

 

  1. Meningkatkan Produktivitas Karyawan

 

Disaster Recovery Plan harus dilaksanakan oleh orang yang tepat. Dalam beberapa kasus, Disaster Recovery Plan setidaknya harus ditangani oleh dua orang dengan tugas yang sama. Redudansi seperti itu terbukti akan bermanfaat dalam jangka waktu panjang.

 

Ketika beberapa karyawan mampu menangani tugas yang diberikan, perusahaan tentunya akan mendapatkan benefit terkait dengan integrasi jaringan. Selain itu, jika karyawan melakukan cuti liburan ataupun sakit, masih ada partner kerja lainnya yang dapat mem-backup tugas tersebut.

 

  1. Retensi Pelanggan yang Lebih Besar

 

Saat ini customer mengharapkan kualitas yang terbaik, mereka bahkan tidak mentolerir jika adanya kegagalan atau downtime. Ketika bisnis tidak dapat memenuhi espektasi customer maka klien akan beralih ke penyedia layanan lainnya.

 

DRP memungkinkan bisnis untuk mempertahankan kualitas layanan terbaik, tidak peduli apapun kondisinya. Di beberapa industri seperti B2B, customer akan sangat worry dengan adanya downtime atau kegagalan produk. Tentunya ini akan mempengaruhi integritas perusahaan di mata klien yang menyebabkan potensi kegagalan dan reputasi menurun. Maka dari itu, investasi dalam DRP menjadi satu kewajiban bagi perusahaan untuk mencapai sustainable customer retention.

 

  1. Memahami Skalabilitas

 

Salah satu hal yang harus Anda lakukan ketika melakukan DRP adalah mengidentifikasi solusi yang innovative. Teknologi seperti penyimpanan data dan cadangan berbasis cloud dapat menyederhanakan proses archive maintenance, meningkatkan efektivitas dari backups dan mengurangi biaya DRP.

 

Pilihan teknologi cloud mudah diukur dan dapat menawarkan fleksibilitas daripada on-premise. DRP dimulai dengan penelitian yang menyeluruh dan perbandingan berbagai kemungkinan yang terjadi. Bisnis yang menjalankan DRP dapat dengan cepat menemukan solusi penyimpanan data yang tepat.

 

DRP dapat merampingkan proses IT, membantu menghilangkan perangkat keras yang berlebihan dan mengurangi risiko kesalahan pada manusia. Dalam arti tertentu Anda tidak hanya bersiap untuk pulih setelah bencana, melainkan Anda berupaya membuat bisnis dan perusahaan Anda agar tetap bertahan setelah bencana.