4 Peran Teknologi di Bidang Kesehatan Era Digital

 

Tidak asing lagi bagi kita dengan istilah Revolusi Industri 4.0. Ini merupakan periode perkembangan baru dimana beberapa teknologi digital, fisik dan biologis: sampai pada kemajuan yang belum pernah terjadi sebelumnya. Teknologi digital dinilai memiliki pengaruh paling besar, termasuk di bidang Teknologi Kesehatan.

 

Perkembangan Teknologi Kesehatan di Era Digital

 

Dulu, pasien yang harus aktif mengunjungi penyedia layanan kesehatan ketika sakit. Namun, sekarang penyedia layanan kesehatanlah yang dapat menjangkau ke pasien. Dengan berkembangnya teknologi di bidang kesehatan, hal ini akan mempemudah pasien untuk mendapatkan layanan kesehatan.

 

Semua itu terbantu melalui aplikasi daring (online) lewat ponsel pintar (smartphone). Hal yang sama juga terjadi pada sistem pemesanan obat, pemeriksaan laboratorium dan perawatan di rumah. Hal ini semakin terbantu dengan adanya jasa transportasi daring. Dengan hanya duduk, sembari memainkan jemari di atas ponsel pintar – semua tersedia. Tak hanya itu saja, munculnya rekam medis digital dan resep elektronik – memudahkan pasien untuk mendapatkan informasi kesehatan melalui fitur konsultasi daring dengan dokter secara real-time.

 

teknologi kesehatan

 

Teknologi Kesehatan di Masa Depan

 

Fokus perkembangan teknologi kesehatan di masa depan salah satunya akan diarahkan untuk memudahkan akses pasien pada pelayanan kesehatan. Selain itu, dunia kesehatan dan kedokteran juga akan semakin canggih dengan berkembangnya beberapa teknologi berikut:

 

1.      Artificial Intelligence (AI)

 

Artificial intelligence (AI) atau kecerdasan buatan memungkinkan mesin untuk melaksanakan berbagai fungsi seperti manusia. Dalam bidang kesehatan, AI dapat berupa chatbot atau asisten virtual yang bisa berfungsi sebagai administrator atau customer service. AI juga bisa berupa mesin untuk melakukan diagnosis penyakit atau pemeriksaan tertentu. Bahkan, kini tengah dikembangkan robot untuk membantu dokter dalam melakukan operasi-operasi dengan tingkat ketelitian yang tinggi.

 

2.      Wearables atau Perangkat yang Dikenakan di Tubuh

 

Perkembangan teknologi kesehatan menuntut adanya data-data yang diolah agar dapat memberikan saran atau masukan yang akurat pada penggunanya.

 

Kita mungkin sudah akrab dengan wearables, seperti gelang pintar. Fungsi utama gelang ini dapat mengukur frekuensi dan target berbagai jenis aktivitas fisik, menilai pola tidur, serta mengukur detak jantung. Dengan ini, pengguna bisa punya pengingat kalau gaya hidupnya kurang baik.

 

Di samping itu, ada pula perangkat yang mampu memberikan hasil pantauan terkini pada pasien berisiko tinggi, untuk menilai peluang kejadian penyakit serius. Misalnya, oksimeter untuk memantau jumlah oksigen di dalam darah serta sweat meter (pengukur keringat) untuk menilai kadar gula darah pada penderita diabetes.

 

Cisco Meraki Promotion

 

3.      Perangkat Medis Berbasis Augmented Reality (AR) dan Virtual Reality (VR)

 

Kemunculan teknologi kesehatan berbasis AR dan VR mengubah cara pasien dirawat dan diobati. Bagi anak-anak dengan autisme, misalnya, teknologi ini membantu mereka belajar bagaimana menjelajahi dunia. Bagi pasien Alzheimer dan demensia, teknologi AR dan VR bisa membantu memunculkan kembali ingatan dan kesenangan dengan mengembalikannya ke waktu, suara, pengalaman dan peristiwa penting di masa lalu.

 

Dalam bidang pendidikan medis, teknologi ini membantu para dokter dalam mengasah keterampilan. Misalnya, untuk mempersiapkan dan simulasi operasi yang rumit, tanpa harus dipraktikkan pada manusia.

 

4.      Blockchain

 

Bila harus berganti dokter atau dirujuk ke spesialis, kita tahu betapa rumitnya mentransfer riwayat medis yang sudah ada. Namun, dengan teknologi blockchain, proses ini bisa diotomatisasi. Dokter pun bisa melihat riwayat medis pasien secara lengkap sehingga bisa segera mendapat perawatan dan pengobatan yang diperlukan.

 

Tantangan dalam Perkembangan Teknologi Kesehatan

 

Sejatinya, kemajuan dalam teknologi kesehatan memiliki tujuan utama, yaitu mempersingkat berbagai proses layanan kesehatan yang rumit dan memakan waktu. Akan tetapi, pelaksanaannya tidak segampang itu.

 

Meski tak sering, ada kasus-kasus di mana kemajuan teknologi ini berbenturan dengan masalah etika medis. Bisa jadi karena memang berbagai pemangku kebijakan terkait tidak siap dengan cepatnya perkembangan yang ada.

 

Seperti di Indonesia, pemerintah sebetulnya mendukung layanan kesehatan digital. Namun, hal ini tidak dibarengi dengan kecepatan dalam mengeluarkan regulasi atau kebijakan terkait.

 

Selain keamanan, kepemilikan data, aspek privasi, berbagi data, serta perizinan, perlu dipikirkan juga bagaimana upaya perlindungan konsumen. Karena perkembangan teknologi kesehatan berbasis digital bersifat terbuka, para pemangku kebijakan sangat perlu bertindak cepat untuk mengantisipasi hal ini.

 

Perkembangan teknologi kesehatan sesungguhnya berdampak signifikan pada akses layanan kesehatan. Namun demikian, semua ini harus diimbangi dengan kebijakan dan aturan main yang sesuai untuk melindungi penyedia layanan kesehatan dan pasien.

 


 

Penutup

 

Berca Hardayaperkasa juga menjadi partner resmi dari puluhan perusahaan IT terkemuka di Indonesia maupun dunia seperti, HPE Indonesia, HPI Indonesia, Dell EMC Indonesia, Huawei Indonesia, Lenovo Indonesia, VMWare Indonesia, Veritas Indonesia, Cisco Indonesia, Veaam Indonesia, Hitachi Data System Indonesia, Hitachi Vantara Indonesia, HDS Indonesia, NetApp Indonesia, Oracle Indonesia, Keysight Indonesia, Datacard Indonesia, AWS Indonesia, Fortinet Indonesia, Nutanix Indonesia dan Sophos Indonesia. Untuk informasi lebih lanjut mengenai solusi Artificial Intelligence, Block Chain dan Big data silahkan hubungi kami di sini.