Berencana Implementasi Disaster Recovery? Lihat Bagaimana Veaam Disaster Recovery Orchestrator dapat Membantu Anda

Disaster recovery

 

Oleh: Giovano Andara, ERI Department

 

Kita sedang hidup di era digital, dimana data adalah salah satu hal yang sanagt kritis dalam menjamin kesuksesan suatu bisnis. Namun terkadang hal buruk terjadi pada data tersebut. Bencana itu nyata dan dapat membahayakan bisnis apapun dengan ukuran dan segmen apapun. Ada begitu banyak konsep dan istilah terkait dan menjadi penting untuk memahami istilah-sitilah ini untuk memastikan ketersediaan data.

 

Disaster Recovery (DR) merupakan seperangkat prosedur yang harus dilakukan karena adanya peristiwa bencana yang tidak direncanakan terjadi. Sehingga mengganggu sumber daya perusahaan dan membahayakan proses dan operasional sehari-hari. Bencana bias dating dalam berbagai bentuk, mulai dari bencana alam, kegagalan perangkat keras, human error, atau cybercrimes yang dilakukan oleh hacker. Jumlah potensi ancaman dari perusahaan menjadi tidak terbatas, dari kebakaran yang tidak sengaja baik dari listrik, perkakas atau kabel di kantor. Hingga bencana alam yang sangat besar dan pemadaman listrik. Tujuan DR adalah menjaga agar operasi perusahaan dapat berjalan “seperti biasa saja” walaupun ada bencana yang terjadi.

 

Mendefinisikan DR vs Business Continuity (BC)

Ketika berbicara tentang DR dan BC, dapat disimpulkan bahwa istilah-istilah tersebut mewakili hal yang sama, namun di lain sisi masih terdapat adanya perbedaan. Walaupun kedua hal tersebut sangat berhubungan dari strategi sinergitas proteksi data, perbedaannya adalah DR menghidupkan kembali operasi dan proses perusahaan begitu bencana melanda, sedangkan BC  difokuskan pada layanan penting yang dibuthkan bsinis agar dapat berfungsi dengan baik. DR dilihat dari pemulihan aplikasi yang dilanda bencana, sedangkan BC di pandang dari sisi pelayanannya. DR merupakan bagian dari kontinuitas bisnis, oleh karena itu kedua ungkapan tersebut digunakan sebagai Business Continuity Disaster Recovery (BCDR) dalam industry.

 

RTO dan RPO – Dua Parameter Utama yang Memengaruhi Business Continuity

Recovery Time Objective (RTO) dan Recovery Point Object (RPO) adalah dua parameter inti yang dipertimbangkan perusahaan ketika menjaga BC. RTO adalah waktu dimana semua operasi harus kembali normal setelah bencana melanda. RPO adalah periode maksimum (satuan menit dan jam) dimana data dan operasi dapat hilang antara pencadangan terakhir dan peristiwa yang mengganggu. Parameter TO dan RPO dari satu perusahaan ke perusahaan lain dapat berbeda, tetapi harus ditentukan dengan prioritas bisnis demi memastikan ketersediaan data, hal ini dapat dipengaruhi dari jenis perusahaan, struktur, sumber daya dan parameter lainnya.

 

Komponen Perencanaan DR

Sulit dipercaya bahwa beberapa perusahaan masih belum memiliki perencanaan DR, tetapi memang terdapat beberapa kesulitan dalam penerapannya, berikut elemen-elemen kunci dalam penerapan DR di perusahaan:

  • Memahami aplikasi dan hardware
  • Menentukan parameter RTO dan RPO
  • Mmenentukan SLA untuk solusi DR
  • Dokumen rencana backup data
  • Menentukan peran dan tanggung jawab staff ketika ada kasus yang mengganggu
  • Menciptakan rencana komunikasi darurat
  • Tes plan DR

 

Namun dari sekian banyak elemen yang harus dipernuhi dalam menerapkan DR, ada solusi alternative yang disediakan. Gartner memperkirakan bahwa bisnis akan menginvestasikan lebih dari $ 3,7 miliar di market Disaster Recovery as a Service (DRaaS) hingga tahun 2021. Dari bisnis kecil hingga perusahaan besar dengan mengadopsi teknologi cloud. DRaaS merupakan layanan yang dihosting oleh pihak ketiga, yang mampu replikas server fisik dan virtual. DRaaS dapat berguna terutama bagi perusahaan yang tidak memiliki keahlian untuk membangun dan menguji efisiensi DR. Tidak diragukan lagi bebrapa manfaat yang didapakan dari DRaaS adalah:

 

  • Biaya terjangkau: penggunaan penyimpanan diluar situs juga menghasilkan pengehmatan yang berarti dalam penyimpanan dan kebutuhan perangkat lunak
  • Aksesibilitas: pengguna dapat mengakses sitem dari manapun, yang dibutuhkan hanyalah koneksi internet
  • Kemuadahan penggunaan: pengguna akan emndapatkan dukungan dari service provider untuk menangani kejadian tak terduga, secara cepat dan efisien

 

Di era transformasi digital, kelangsungan bisnins harus menjadi prioritas bagi perusahaan, dan Veeam dapat membantu dalam mengatasi tantangan. Veeam mendefinisikan DRaaS dengan menawarkannya sebagai bagian dari strategi ketersediaan komprehensif, memberikan pengalaman perngguna yang konsistendan mengurangi biaya keseluruhan untuk melindungi data.

 

Tidak diragukan mesin pelaporan otomatis Veeam Availability Orchestrator dan dokumentasi DR yang dihasilakan adalah salah satu kemampuan yang kuat. Manfaat yang didiapat jika menggunakan Veeam Availability Orchestrator adalah:

 

  • Definition report
  • Readiness check report
  • Test execution report
  • Execution report
  • Automation
  • Customization
  • Built-in change tracking
  • Proactive error detection
  • Assuring compliance

 

Hingga saat ini, Veaam Disaster recovery Orchestrator sudah mengeluarkan v4 nya, Veaam Disaster recovery Orchestrator adalah rebranding dari Veeam Availability Orchestrator, dengan semua fitur-fitur yang ada di dalamnya. Tak hanya itu, Veaam juga memiliki Veaam Backup & Replication v11 yang memiliki banyak fitur untuk membantu user melindungi data dengan cara baru dan inovatif. Salah satu fitur terbesar dari Veeam Backup & Replication v11 adalah Veeam Continuous Data Protection (Veeam CDP) untuk melindungi beban kerja penting RPO mendekati nol.

 

Veeam CDP Replica Plans

Fitur terbesar dan paling menarik dari Orchestrator v4 adalah Veeam CDP Replica Plans. Hal ini memungkinkan Orchestrator untuk mengotomatiskan, memverifikasi, dan mendokumentasikan failover dari Veeam CDP Replicas, memberikan RPO dan RTO terendah. Yang menyebabkan CDP Replica Plans sangat special adalah karena ada tiga hal favorit, yaitu:

  • Real-time recovery: dengan tambahan paket CDP Replica, ORcehstrator dpata secara langsung mengatur failover dari CDP Replika, dan memvalidasi serta menguji aplikasi saat replica online. Veeam telah mengatur pemulihan untuk aplikasi bsinis penting dengan RPO yang diukur dalam hitungan detik.
  • Enhanced readiness check: saat Readiness Check dijalankan tiap harinya, user akan mendapatkan lebih banyak visibilitas ke dalam lingkungan pemulihan bencana. Dengan menjalankan pemeriksaan ringan setiap hari, mudah untuk menemukan masalah lingkungan pemulihan sebelum ememngaruhi system
  • Tracking and Auditing: paket ini mernci setiap maslaah yang diambil pada VM yang menyusun rencana orkestrasi.

 

Untuk informasi lebih lanjut mengenai implementasi Veeam Disaster Orchestrator hubungi di sini.

 

 


 

Penutup

Berca Hardayaperkasa juga menjadi partner resmi dari puluhan perusahaan IT terkemuka di Indonesia maupun dunia seperti, HPE Indonesia, HPI Indonesia, Dell EMC Indonesia, Huawei Indonesia, Lenovo Indonesia, VMWare Indonesia, Veritas Indonesia, Cisco Indonesia, Veaam Indonesia, Hitachi Data System Indonesia, Hitachi Vantara Indonesia, HDS Indonesia, NetApp Indonesia, Oracle Indonesia, Keysight Indonesia, Datacard Indonesia, AWS Indonesia, Fortinet Indonesia, Nutanix Indonesia dan Sophos Indonesia.