Cyber Resilience 2026: Bukan Lagi Pilihan, Tapi Keharusan

Cyber Resilience

Dalam era digital saat ini, ancaman cyberattack — khususnya ransomware dan serangan destruktif lainnya — telah menjadi ancaman utama yang mengancam kelangsungan operasional organisasi di seluruh dunia. Strategi tradisional seperti backup dan disaster recovery saja tidak lagi memadai untuk menjamin keamanan dan kontinuitas bisnis. Untuk itu, pendekatan yang lebih holistik dan modern — yang dikenal sebagai cyber resilience — menjadi kebutuhan yang tak bisa ditawar.

Apa Itu Cyber Resilience?

Cyber resilience bukan sekadar proteksi atau solusi satu produk. Ini adalah kemampuan organisasi untuk siap menghadapi, merespons, dan pulih kembali dari serangan cyber dengan gangguan yang seminimal mungkin. Organisasi yang resilient tidak hanya berfokus pada pencegahan, tetapi juga pada deteksi dini, investigasi cepat, dan pemulihan efektif.

Pergeseran dari sekadar cybersecurity ke cyber resilience didorong oleh kenyataan bahwa ancaman modern semakin canggih dan terus berevolusi. Serangan kini sering menargetkan data yang sudah dicadangkan atau exploit yang tidak terdeteksi oleh pertahanan tradisional sehingga backup saja tidak cukup untuk memulihkan keadaan secara cepat dan bersih.

Kenapa Pendekatan Lama Sudah Tidak Cukup?

Strategi klasik fokus pada:

  • Perlindungan perimeter,

  • Backup data,

  • Aturan keamanan statis.

Namun pada kenyataannya, strategi tersebut sering gagal menghadapi ancaman yang:

  • Menggunakan evasion tactics (mengelabui deteksi),

  • Menyebar dalam sistem tanpa terdeteksi,

  • Mengunci atau merusak backup itu sendiri.

Akibatnya, banyak organisasi yang mengalami gangguan bisnis berkepanjangan ketika serangan berhasil menembus pertahanan mereka.

Dampak Serangan Cyber

Statistik terbaru menunjukkan bahwa:

  • Serangan ransomware dan cyberattack makin sering terjadi,

  • Downtime akibat serangan bisa berdampak pada kerugian finansial besar hingga reputasi rusak,

  • Pemulihan yang cepat dan bersih bukan lagi opsi — tapi harapan yang harus tercapai.

Menyambut Era Baru Cyber Resilience

Era baru ini menekankan pada strategi end-to-end yang mencakup:

  1. Perlindungan menyeluruh terhadap semua data, di berbagai sumber dan lingkungan.

  2. Deteksi dan investigasi ancaman secara proaktif sehingga serangan teridentifikasi lebih cepat.

  3. Kemampuan pemulihan yang teruji, bukan sekadar teori.

  4. Integrasi AI dan otomasi untuk mempercepat respons dan pemulihan.

  5. Kolaborasi antara tim TI dan keamanan, sehingga respons menjadi lebih terkoordinasi.

Cohesity, salah satu penyedia solusi data management & cyber resilience, menekankan bahwa organisasi harus beralih dari strategi legacy yang fragmented ke platform modern yang mampu melindungi, mendeteksi, dan memulihkan data secara cerdas untuk menghadapi ancaman masa depan.

Jika Anda membutuhkan solusi yang akan memudahkan kalian tanpa ketakutam. Hubungi Berca Hardayaperkasa di Marketing@berca.co.id atau WhatsApp.