AI Makin Canggih, Data Makin Berisiko: Bagaimana FortiSASE Mengunci Kebocoran Data Karyawan WFA?

 

Perkembangan teknologi telah mengubah lanskap kerja secara drastis. Kombinasi tren Work From Anywhere (WFA) dan adopsi platform Generative AI (GenAI) seperti ChatGPT, Gemini, serta Copilot terbukti meningkatkan efisiensi dan produktivitas karyawan. Namun, di balik efisiensi tersebut, setiap interaksi dengan AI dan akses cloud dari luar kantor membuka permukaan serangan baru (attack surface) bagi organisasi.

“AI sudah menjadi bagian dari bisnis. Security untuk AI tidak bisa ditunda!”

Tanpa visibility dan control yang ketat, AI dapat menjadi jalur baru terjadinya kebocoran data sensitif perusahaan.

Dua Tantangan Utama: Risiko Keamanan di Era AI & WFA

Saat karyawan bekerja dari mana saja dan menggunakan alat AI setiap hari, tim IT dan keamanan jaringan sering kali menghadapi ketidakpastian:

  • Siapa yang menggunakan AI? (Identifikasi pengguna)

  • Aplikasi apa yang digunakan? (Platform AI resmi vs tak terotorisasi)

  • Data apa yang dibagikan? (Apakah ada source code atau data finansial yang terunggah?)

  • Apakah ada Shadow AI? (Penggunaan AI tersembunyi tanpa izin IT)

  • Bagaimana jika AI Infrastructure menjadi target serangan? (Perlindungan server AI internal)

Solusi Terpadu: FortiSASE & Forced Policy

Untuk menjawab tantangan ini, Fortinet menghadirkan solusi keamanan berbasis FortiSASE dan FortiGuard AI-Powered Security.

Melalui mekanisme Forced Policy Enforcement, seluruh lalu lintas data karyawan—baik yang bekerja di kantor, rumah, maupun lokasi publik—secara otomatis diarahkan dan diinspeksi melalui FortiSASE. Keamanan tidak lagi berhenti di perimeter jaringan kantor konvensional, melainkan melekat pada setiap titik akses

User → Application → Network → Ai Infrastruktur → Data

Proteksi AI Multilapis (Multi-Layer Protection)

Fortinet menerapkan inspeksi keamanan berbasis AI secara mendalam di setiap tingkatan (layer):

Layer Solusi Perlindungan Fungsi & Cara Kerja
WEB URL Filtering Mengontrol dan membatasi akses ke website serta platform AI.
DNS DNS Filtering Memblokir domain berisiko sebelum koneksi jaringan terbentuk.
APPLICATION Application Control Kontrol aplikasi dan GenAI secara granular (membatasi fitur-fitur tertentu).
DATA Data Loss Prevention (DLP) Mencegah kebocoran data sensitif dan PII melalui platform AI & SaaS.
INFRASTRUCTURE IPS (Intrusion Prevention System) Melindungi server dan infrastruktur AI dari eksploitasi dan network intrusion.

Dampak terhadap Bisnis (Business Impact)

Penerapan FortiSASE dengan AI Inspection dan DLP memberikan keuntungan strategis bagi perusahaan:

  • Secure AI Adoption: Karyawan tetap produktif menggunakan AI tanpa mengorbankan keamanan.

  • Risk Reduction: Mengurangi risiko kebocoran data (data leakage), Shadow AI, dan penggunaan AI tak terotorisasi.

  • Faster Response: Mempercepat proses triage, investigasi, dan respon insiden.

  • Operational Efficiency: Mengurangi pekerjaan manual pada tim SOC & NOC.

  • Improved Visibility: Mengetahui secara akurat siapa yang menggunakan AI, aplikasi apa yang dipakai, dan bagaimana data digunakan.

  • Governance & Compliance: Menerapkan kontrol dan kebijakan (policy) yang ketat terhadap penggunaan AI dan perlindungan data.