VPN vs VDI, Mana Lebih Baik untuk Business Continutiy Anda? (Part 1)

 

Melihat pembatasan dan peraturan baru yang diterapkan oleh setiap bisnis sebagai respon dalam mencegah penularan pandemic hingga saat ini masih menjadi perhatian besar bagi para business owner. Seperti sistem bekerja dari rumah (working from home) hingga department IT yang memiliki tambahan tanggung jawab besar untuk membuat sistem working from home (WFH) terintegrasi lebih sederhana dan mudah diterapkan.

 

Hingga ada satu pertanyaan yang sering muncul dibenak kita yaitu, “dalam menjalankan scenario business continuity ini dimana semua orang berusaha untuk menerapkan WFH, mana yang lebih baik: VDI atau VPN?”

 

Jawaban dari pertanyaan tersebut dapat dilihat dari sudut pandang yang berbeda. Pada artikel ini akan membantu anda untuk menentukan mana pilihan terbaik.

 

Mana lebih baik “VDI versus VPN”?

Sebagian besar pekerja yang berkerja di kantor saat ini menggunakan komputer berbasis Windows untuk menunjang pekerjaan mereka, baik itu desktop computers, laptop (yang dapat digunakan di kantor maupun di rumah), atau remote/virtual desktops (baik VDI atau RDSH). Di mana pengguna Windows desktop mengoperasikannya sebagai virtual machine di datacenter (baik on premises atau cloud).

 

Jika kembali ke pertanyaan “VDI vs VPN mana yang lebih baik?” maksudnya seperti ini, saat para user mengoperasikan perangkatnya di rumah, haruskah mereka menyediakan remote virtual desktop yang bisa mereka akses saat bekerja dari rumah? atau haruskah perusahaan memfasilitasi para pekerja dengan laptop yang mengoperasikan semuanya secara local dan memberikan akses file, aplikasi atau software lainnya melalui sambungan VPN?

 

Bahkan sebelum kita menjawab mana yang “lebih baik” atau pilihan mana yang harus Anda lakukan, Anda coba bisa menjabarkannya sekali lagi.

 

Misalnya saja, apakah Anda akan menetapkan solusi yang lebih baik lagi berdasarkan beberapa pertimbangan seperti:

  • Manakah yang paling cepat diterapkan?
  • Manakah yang paling mudah untuk diterapkan?
  • Manakah yang paling murah diterapkan?
  • Manakah yang dapat memberikan pengalaman pengguna terbaik?
  • Manakah yang dapat memberikan keamanan yang lebih baik?
  • Apakah dapat dijalankan untuk banyak users?

 

Jika melihat pertimbangan di atas jadi ingat dengan pepatah lama bisnis “cepat, murah dan mudah: Anda hanya dapat memiliki dua dari tiga”.

 

Tapi tidak mungkin juga untuk mengeliminasi beberapa pertimbangan di atas, balik lagi pertimbangan di atas bergantung pada situasi spesifik Anda. Sehingga untuk mempertimbangkan mana yang lebih baik, mari coba Anda analisa untuk beberapa pertanyaan berikut ini:

 

  1. Aplikasi apa yang perlu Anda support? Apakah semua aplikasi web, atau hanya aplikasi Windows?
  2. Apakah semuanya tersedia secara on-premises, atau apakah Anda memiliki aplikasi cloud atau SaaS?
  3. Apakah Anda sudah memiliki pengalaman dengan VDI? Dan apakah Anda sudah implementasi teknologi tersebut? Apakah sudah tersedia VDI environment yang dapat dikembangkan lebih luas lagi?
  4. Apakah para users difasilitasi dengan laptop yang akan mereka bawa ketika melakukan WFH? Atau apakah mereka harus memiliki perangkat baru? (Jika harus memiliki perangkat baru, apakah Anda akan memfasilitasinya?)
  5. Apakah Anda sudah memiliki pengalaman dalam mengelola remote Windows laptop (di luar firewall) dan apakah sudah menerapkan teknologi tersebut?
  6. Bagaimana Anda dapat mengelola laptop setiap harinya? Legacy SCCM, AD dan GPO? Atau dengan cloud-based, real-time unified endpoint management platform?
  7. Apakah Anda sudah memiliki VPN? Apakah Anda memiliki lisensi yang cukup untuk semua remote users?
  8. Apakah Anda memiliki bandwidth yang cukup untuk remote workers? Pernahkah terpikir tentang bagaimana jadinya jika kebutuhan bandwidth akan berubah? (misalnya, sebelumnya VDI hanya digunakan dengan ruang lingkup internal kantor, tetapi sekarang akan digunakan untuk user yang bekerja di rumah, dapatkah Anda mendukung semua peningkatan traffic internet perusahaan?)
  9. Apakah ada alternative lain yang lebih efektif untuk membebaskan bandwidth internet perusahaan? (misal, mengaktifkan split tunneling untuk pengguna VPN)
  10. Apakah komponen infrastruktur Anda “lainnya” dapat bekerja lebih baik dalam satu pilihan dibandingkan dengan yang lain? (misal, berbagi file untuk VDI akan lebih mudah dilakukan tetapi tidak untuk home computers, contoh lainnya seperti Dropbox dan One Drive lebih mudah digunakan untuk home computers tetapi sulit digunakan untuk VDI).
  11. Apakah ada persyaratan regulasi yang menentukan keputusan tertentu? (misal, beberapa peraturan menyatakan tidak ada data pelanggan yang dapat disimpan secara local pada perangkat dan lain sebagainya).

 

Setelah membaca penjelasan di atas, bisa saja Anda baru menyadari bahwa Anda menggunakan gabungan kedua teknologi tersebut. Mungkin ada beberapa users atau lokasi dimana VDI route lebih baik digunakan atau mungkin juga jika VPN lebih baik digunakan untuk lokasi tertentu.

 

Pertanyaan selanjutnya adalah bagaimana penggunaan VDI untuk para remote workers?

 

Penjelasannya akan dibahas pada Mana Lebih Baik VPN vs VDI? untuk Business Continuity Anda Part 2″

 

Penutup

Berca Hardayaperkasa juga menjadi partner resmi dari puluhan perusahaan IT terkemuka di Indonesia maupun global seperti, HPE Indonesia, HPI Indonesia, Dell EMC Indonesia, Huawei Indonesia, Lenovo Indonesia, VMWare Indonesia, Veritas Indonesia, Cisco Indonesia, Veaam Indonesia, Hitachi Data System Indonesia, Hitachi Vantara Indonesia, HDS Indonesia, NetApp Indonesia, Oracle Indonesia, Keysight Indonesia, Datacard Indonesia, AWS Indonesia, Fortinet Indonesia, Nutanix Indonesia dan Sophos Indonesia.