
Zero Trust adalah pendekatan keamanan modern yang tidak lagi mengandalkan “perimeter tradisional” seperti firewall saja, tetapi menganggap semua koneksi sebagai potensi risiko hingga terbukti aman. Model ini memastikan setiap pengguna, perangkat, dan aplikasi diverifikasi secara dinamis sebelum diberi akses, tanpa melihat dari mana mereka terhubung — di kantor, remote, atau dari lokasi lain.
Dalam konteks industri Indonesia, baik pabrik, perbankan, ritel, telekomunikasi, maupun layanan pemerintah — Zero Trust membantu organisasi menghadapi ancaman keamanan yang terus berkembang, seperti perangkat IoT yang rentan, serangan siber ke endpoint, dan akses jarak jauh yang meningkat.
Komponen Utama HPE Aruba Zero Trust
1. Zero Trust Network Access (ZTNA) — Akses Aman Tanpa VPN
HPE Aruba ZTNA menggantikan VPN tradisional dengan akses yang kontekstual dan adaptif:
-
Memeriksa identitas, lokasi, dan postur perangkat sebelum memberi akses.
-
Menyediakan akses aman ke aplikasi internal tanpa perangkat lunak klien khusus.
-
Mencegah akses berlebihan dengan prinsip least privilege (akses minimum yang diperlukan).
Manfaat untuk industri Indonesia:
- Aman untuk tenaga kerja hybrid dan remote
- Mengurangi risiko keamanan dari akses jarak jauh
- Cocok untuk regulator IT/OT di manufaktur, layanan finansial, dan pemerintahan
2. Unified SASE — Keamanan dari Edge ke Cloud
HPE Aruba menggabungkan SD-WAN, SSE (Secure Service Edge), dan Zero Trust dalam SASE (Secure Access Service Edge) yang terpusat:
-
Semua trafik diperiksa secara intelligent di edge maupun cloud.
-
Kebijakan Zero Trust diterapkan secara konsisten di seluruh jaringan.
-
AI-powered threat detection untuk ancaman mutakhir.
Manfaat untuk industri Indonesia:
- Menyederhanakan operasional jaringan dan keamanan
- Mendukung aplikasi cloud yang banyak dipakai seperti ERP/SaaS
- Skala aman saat bisnis berkembang di banyak lokasi
3. Network Access Control (NAC) dan Dynamic Segmentation
Dengan Aruba ClearPass dan NAC, perusahaan bisa:
-
Mengidentifikasi dan mengelompokkan perangkat (user, tamu, IoT, mesin produksi).
-
Memberikan policy akses berdasarkan role pengguna/perangkat.
-
Mencegah perangkat tidak dipercaya berkomunikasi dengan sistem sensitif.
Manfaat khusus di Indonesia:
- Memisahkan jaringan produksi pabrik dari jaringan umum
- Mengurangi risiko ransomware di sektor kritis
- Compliance terhadap standar keamanan nasional/industri
Jika perusahaan Anda membutuhkan jaringan yang pasti aman dan zero trust, hubungi tim marketing@berca.co.id atau WhatsApp.
